Laba Freeport Melonjak, Barisan Sakit Hati Tertampar Oleh Nyali Jokowi

Siapa yang tidak kenal Freeport, perusahaan yang telah menambang emas di bumi pertiwi dalam jumlah besar, dengan menyisakan lubang menganga sedemikian besarnya. Tapi sayang, selama puluhan tahun, Indonesia hanya mendapatkan manfaat dalam jumlah yang sangat kecil sekali.

Inilah cikal bakal mengapa SDA banyak dicaplok asing melalui pengelolaan yang tidak mendatangkan manfaat masif bagi rakyat Indonesia. Gaung merebut kembali pengelolaan SDA terus diperjuangkan. Tapi sayang, selama ini memble, melempem. Pemerintah tak berdaya.
Meski beberapa kali berganti pemerintahan, Indonesia tetap saja terkesan lembek tidak berdaya menghadapi dominasi Freeport.

Freeport awalnya bernama Freeport Sulphur nyaris bangkrut di tahun 1959 karena di negara Kuba, terjadi pergantian kekuasaan yang mana Fidel Castro, pemimpin yang baru, menasionalisasikan seluruh perusahaan asing di negeri tersebut. Freeport Sulphur kena dampaknya.

Singkat kata, setelah lengsernya Soekarno, Menteri Pertambangan dan Perminyakan saat itu membuat perjanjian baru yang memungkinkan perusahaan minyak untuk menjaga keuntungan lebih besar secara substansial untuk mereka.

Inilah cikal bakal Freeport menancapkan taringnya di negara kita ini. Melalui UU Nomor 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA), pada 7 April 1967, pemerintah Indonesia melakukan penandatanganan kontrak izin eksploitasi tambang di Irian Jaya dengan Freeport.

Sudah tahu, kan, Freeport ada di Indonesia di era siapa? Soeharto. Ingat itu baik-baik.

Freeport akhirnya menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto.

Kontrak Freeport Indonesia pertama kali ditandatangani pada 1967 berdasarkan UU Nomor 11 tahun 1967 tentang ketentuan pertambangan. Freeport jadi kontraktor eksklusif tambang Ertsberg di atas wilayah 10 km persegi.

Pada 1989, pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan izin eksplorasi tambahan untuk 61.000 hektar.

Pada 1991, ada pembaharuan kontrak karya baru yang berlaku untuk 30 tahun dengan opsi perpanjangan dua kali masing-masing 10 tahun. Artinya kontrak akan habis tahun 2021.

Inilah tahun krusial sekaligus menguji seberapa besar nyali presiden di tahun itu untuk menghadapi Freeport yang tentunya berusaha tetap bertahan di negara ini.

Dan kebetulan di tahun 2021, adalah era pemerintahan Jokowi. Kalau Jokowi tak bernyali, dia bisa saja memperpanjang kontrak Freeport entah berapa puluh tahun ke depan lagi.

Tapi Jokowi memutuskan, enough is enough.

Mimpi Jokowi menjadikan negara ini mandiri dan berdaulat atas kekayaan dalam negeri, membuatnya berani mengambil alih semua pengelolaan yang strategis.

Freeport adalah pembuktian pertama. Indonesia akhirnya berhasil memiliki 51 persen saham Freeport. Merebut saham sebanyak itu sangat sulit. Prosesnya memakan 3,5 tahun dengan negosiasi yang sangat alot.

Jokowi pernah mengatakan, selama puluhan tahun, Indonesia hanya mendapatkan penguasaan sebesar 9 persen.

"Kemudian Freeport mayoritas kita kuasai. Pertanyaan saya antek asing yang ada di mana? Dipikir 51 persen merebut saham Freeport mudah? Sangat sulit sekali tapi saya tahu sekali negara Indonesia tantangannya besar dan banyak," kata Jokowi.

Bukan hanya Freeport, Jokowi juga membuktikan nyalinya, dengan merebut kembali merebut Blok Mahakam yang sebelumnya dikelola Prancis dan Jepang,

Tapi sayang, akuisisi Freeport ini tidak disertai dengan dukungan dari sebagian orang. Para barisan sakit hati menyebut ini hanya sekadar pencitraan. Bahkan ada yang bilang akusisi ini hanya akan mendatangkan kerugian. Tentu saja ini adalah alasan dungu.

Jokowi pun tidak tinggal diam karena tidak tahan terus disebut antek asing. Dia mengatakan di saat pemerintahannya berhasil negosiasi, banyak yang ribut, sementara 40 tahun terakhir Indonesia cuma punya saham 9,3% tapi tidak ada yang bersuara.

"Saya enggak mengerti bagaimana kita ini semuanya. Selama 40 tahun 9 persen pada diam. Begitu ada kesepakatan HoA, 51 persen tidak didukung penuh! Mestinya seluruh rakyat mendukung penuh agar itu betul-betul nanti bisa dikelola oleh bangsa ini," katanya lagi.

Ternyata, sekarang ini Freeport cetak sejarah.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan laba bersih Freeport tahun ini diproyeksikan akan melonjak 300% menjadi Rp 40 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 10 triliun. Dari sisi pendapatan pun diperkirakan naik 100% dibandingkan tahun lalu. Pendapatan Freeport pada tahun ini bisa melonjak menjadi Rp 105 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 50 triliun.

Spektakuler. Coba bayangkan kalau dulu Freeport dikelola oleh Indonesia, berapa banyak uang yang bakal masuk ke negara ini? Kenapa baru sekarang?

Bukan hanya itu. Lebih hebatnya lagi, Jokowi beberapa waktu lalu melakukan groundbreaking smelter Freeport di Gresik yang merupakan smelter terbesar di dunia.

Smelter ini dibangun dengan investasi Rp 42 triliun yang fungsinya sebagai pemurnian tembaga yang menghasilkan katoda tembaga. Smelter ini juga digunakan untuk pemurnian logam berharga yang menghasilkan emas, perak, dan logam berharga lainnya. Diprediksi bisa menghasilkan rata-rata 35 ton emas per tahun yang nilai transaksinya Rp 30 triliun.

Bagi yang pikirannya masih belum sakit jiwa, presiden mana yang paling bernyali merebut salah satu tambang terbesar seperti Freeport? Kalau bukan Jokowi, apakah presiden yang lain berani?

Jokowi tidak hanya ambil alih pengelolaan SDA dari tangan asing, tapi juga menyetop tambang potensial agar tidak diekspor. Nikel adalah harta yang terlalu berharga hanya untuk diekspor mentahnya saja. Jokowi merebut, Jokowi melindunginya.

Hanya barisan sakit hati yang terus mencari celah untuk meributkan nyali Jokowi. Mereka inilah sampah tak berguna, bau busuk dan bikin sakit mata. Tidak beri manfaat, hanya bisa nyinyir dan bikin semak dunia politik.

Benar kata Jokowi, Freeport dulu tak diributkan meski Indonesia hanya dapat seupil. Sekarang Indonesia dapat seabrek, mulut sampah mereka tiba-tiba menganga lebar mirip orang sakit jiwa.

Di tangan Jokowi, Freeport menggeliat, menggila. Memberi izin pengelolaan SDA itu gampang, tapi merebut kembali butuh nyali gede. Presiden pengecut takkan mampu melakukannya.

Bagaimana menurut Anda?

https://ekbis.sindonews.com/berita/961702/39/awal-mula-freeport-keruk-emas-di-indonesia/30

https://www.cnbcindonesia.com/news/20180808113243-4-27525/jokowi-40-tahun-minoritas-di-freeport-semua-diam

https://www.cnbcindonesia.com/news/20211012120425-4-283243/erick-thohir-laba-freeport-tahun-ini-naik-300-jadi-rp-40-t

https://money.kompas.com/read/2021/10/12/152509126/setahun-smelter-freeport-gresik-bisa-hasilkan-35-ton-emas-senilai-rp-30?page=all

source: https://seword.com/politik/laba-freeport-melonjak-barisan-sakit-hati-I7qbL9puu7?fbclid=IwAR3ZWMDdBUVLac9rT8jlgYdMHWAT4DBfRzPZVi2nM_Yy6HdAxG12eRmpLcA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel